Ada satu keluarga yang awalnya hidup bahagia,yaitu keluarga bapak tri dan ibu ani,mereka memiliki satu orang anak perempuan bernama intan.
Suatu ketika ibu ani batuk-batuk,ternyata batuknya itu disertai dengan keluarnya darah dari mulutnya,ibu ani mencoba menganggap enteng penyakit itu.tetapi,semakin lama penyakit itu semakin parah,dan sampai suatu hari dimana ibu ani sedang berkumpul bersama keluarganya diruang tengah,kemudian ibu ani batuk terus-menerus,sampai akhirnya dia jatuh pingsan,intan tidak sengaja melihat tangan ibunya yang ternyata ada darahnya,intan dan ayahnya panik,kemudian mereka membawa ibu ani kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit,ibu ani langsung dibawa keruang UGD . intan dan ayahnya menunggu diruang tunggu,dengan keadaan khawatir dan cemas. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD.kemudian ayahnya menghampiri dokter.”gimana dok keadaan istri saya?.ujar ayahnya.
“maaf saya sudah berusaha,tapi tuhan berkehendak lain. apakah bapak tidak mengetahui penyakit ibu ini?.kata dokter.
“(terheran sambil meneteskan air mata). tidak dok,memangnya istri saya sakit apa?.”
“ibu mengidap penyakit TBC sejak lama.”
Beberapa bulan kemudian, ayah intan telah menemukan pengganti ibunya.
Wanita itu bernama putri,sekarang wanita itu menjadi istri sahnya bapaknya.
Pada suatu hari,sesudah makan pagi,bapaknya berpamitan untuk pergi dinas ke luar kota selama seminggu.
“bu,ayah pamit ada dinas diluar kota selama seminggu.”ujar ayah
“oh yaudah iya,hati-hati ya yah.”
“intan,ayah pamit dinas keluar kota yah.”kata ayah
“iya yah,hati-hati yah.”
Tidak lama,ayahnya pergi .ibu tirinya mendekati intan.
“intan sekarang kamu bereskan meja bekas makan tadi, abis itu kamu cuci semua bekas makan tadi.”kata ibu sambil membentak.
“kenapa intan, kan ada mbok april bu?”jawab intan.
“mbok april tadi udah ibu suruh pulang”
“kenapa disuruh pulang?”
“sudah jangan banyak omong kamu, kerjakan semuannya sekarang.”
“ baik bu.”
Intan pun menggerjakan apa yang dikatakan ibu tirinya tadi. Setelah selesai intan pun duduk diruang tamu. Lalu ibu tirinnya menghampiri dirinya.
“intan ngapain kamu enak-enakkan disini?”tanya ibunya dengan marah.
“aku sedang beristirahat bu, capek.”jawab intan
“baru segitu ajah udah geluh,dari pada ngeluh terus mending kamu kebelakang nyuci baju kotor sekarang!!”
“tapi bu?”
“ gak ada tapi-tapian, sekarang kerjakan intan!!”
“baik bu.”
Intan pun mengerjakan perintah ibunya tadi. Intan pun mengeluh dan menginggat kenangan dirinya dengan ibu kandungnya.
“yaallah kenapa ibu jadi begini, kemaren ibu baik banget ama intan. Ketika bapak pergi dinas ibu jadi jahat begini.yaallah apa salah intan, emang intan salah apa?? Sampe-sampe ibu tega melakukan ini.”kata intan
“ibuuuu, intan kangen ibu. Kenapa ibu secepat ini tingalin intan. Intan masih pengen ngeliat senyum ibu, tawa ibu dan canda ibu. Ibuu, intan pengen liat ibu lagi.”
“ibuuuu, apa salah intan??kenapa ibu putri perlakukan intan seperti pembantu??”
Tak lama kemudian ibu putri menghampiri intan
“intann, ngapain aja kamu dari tadi, ngerjain ini aja lamanya minta ampun!!”kata ibu sambil marah.
“maaf bu, intan capek. Kenapa sih bu, ibu tega perlakukan intan kaya begini??”jawab intan.
“ibu perlakukan kaya gini kekamu karna ibu gak mau liat kamu berleha-leha. Kamu ngerti itu!!
“tapikan bu....”
“gak usah banyak membantah, cepat lakukan apa yang ibu perintahkan!!”
“ baik bu.”
“dan satu lagi, jangan pernah kamu beritahu ayah mu soal ini. Kalo kamu beritahu, bakal ada akibatnya nanti. Ngerti kamu!!”
Sekitar seminggu kemudian, ayahnya intan pulang dan intan pun menghampiri ayahnya.
“ayahhhh....”(sambil menghampiri ayahnya).kata intan.
“ada apa intan.”jawab ayah.
“intan kangen ayah.”(sambil memeluk ayahnya)
“iya intan ayah juga, ayah juga kangen intan.”
“eh ayah.(sambil menyium tangan ayah). gimana yah? Udah selesai dinasnya?” kata ibu.
“udah bu, ayah udah selesai dinasnya”jawab ayah.
“udah intan, kamu tingalkan dulu ayah mu. Yah butuh istirahat.”
“tapi intan masih kangen.”
“intan, emang kamu gak kasian sama yah mu. Dia capek, butuh istirahat. Kamu mengerti intan?”
“udah gak papa, ayah belom capek kok”
“udah ayah, ayah tuh capek. Ayah butuh istirahat”
“yaudah iya, ayah akan istirahat ?.”
Tidak lama kemudian, ibu pun menghampiri intan.
“intann”(dengan ekspresi setengah marah).ibu memanggil intan.
“ada apa bu?”jawab intan.
“awas kamu beritahu tentang masalah itu.”
“iya bu, intan gak bakal....”
Kemudian ayahnya pun memotong pembicaraan mereka berdua.
“ada apa kalian berdua disini?”.tanya ayah sambil heran.
“tidak ada apa-apa yah?(dengan ekspesi kaget)”.jawab ibu.
“oh gitu, yaudah ayah masuk kamar ya?.”
“iya ayah?.”
Tak lama kemudian, intan pergi kekamarnya.
Setahun kemudian,intan sering ditinggal ayahnya untuk pergi dinas keluar kota.dan intan pun sering disuruhsuruh sama ibu tirinya.dan sampai suatu hari mbok april mengadukan semua kelakuan jahat ibu tiri itu ke ayahnya intan. Setelah ayah intan mengetahui semua itu,ayahnya langsung menceraikan ibu itu,dan meninggalkannya. Dan akhirnya ayahnya lebih memilih hidup berdua dengan intan,tanpa ibu tiri.
cieee
BalasHapus