Jumat, 06 Juni 2014

Cinta bersemi di putih abu-abu



Suatu hari saat pertama kali masuk SMA. Dwi mengikuti mos disekolahnya. Saat mos sedang berjalan ajeng melihat satu kaka senior cowo yang tinggi, putih, pokoknya ganteng menurut dwi. Saat disuruh kaka osis untuk membuat surat untuk diberikan kepada kaka osis yang disukainya. Lalu dwi pun langsung membuat surat untuk kaka senior yang ganteng itu, setelah selesai dia memberikannya kepada kaka senior tadi. “ka nama kaka siapa?.”tanya dwi. “nama gua digo.”jawab digo. “ aku dwi ka,ini surat buat kamu ka.” “oh iya,makasih.”
Keesokan harinya saat MOS telah usai dwi masih tetap mengagumi kaka senior itu. Selama disekolah,dwi selalu mendekati dan mngejar-ngejar digo. Banyak kejadian yg tidak sengaja membuat mereka sama-sama deg-deg’an. Sampai akhirnya digo mengajak dwi jalan .
“dwi entar malem kamu ada acara tidak?.”tanya digo. “tidak ada ka,kenapa?.”jawab dwi. “nanti malem kita jalan ya,mau kan?.” “oh iyaudah iya ka.”
Malam itu mereka jalan-jalan,kemudian digo mengajak dwi ketaman. Kemudian mereka duduk,dan digo memegang tangan dwi.
“dwi,sebenernya aku suka dengan kamu,setelah kejadian-kejadian yang sering tdk sengaja terjadi,aku selalu deg-deg’an,dan selalu memikirkanmu.”kata digo. “hah?serius ka?.”jawab dwi. “iya serius,kamu mau jadi pacarku?.”tanya digo . “aku juga suka ama kaka sejak awal pertama ka.iya ka aku mau.”
Akhirnya mereka berpacaran. Mereka selalu terlihat selalu bersama saat disekolah.

Benci jadi cinta



Saat disekolah anis sedang ada murid baru,dia bernama kevin. Kevin memang ganteng tapi keliatannya dia sombong.
kemudian saat istirahat,anis sedang memegang bakso pesanannya. Tiba-tiba kevin menabrak anis,kuah bakso tumpah ke baju anis.
“eh mata lu dimana?kotor nih baju gua!”kata anis. “oh sory gua gak sengaja.”jawab kevin. “udah Cuma minta maap doang?gila ya lu,gak ada tanggung jawabnya banget!” “yaudah nih gua ganti bakso lo.” “gak usah makasih!.” “yaudah.”jawab kevin sambil meninggalkannya.
Anis kesal dengan perlakuan kevin kepadanya. Beberapa minggu kemudian,selama itu mereka sering sekali bertengkar disekolah,seperti kucing dan tikus kalau sudah ketemu.
Suatu hari disekolah akan diadakan perkemahan kepuncak, kebetulan anis dan kevin adalah satu kelompok. saat perkemahan berlangsung,sesampainya mereka dipuncak,mereka langsung membereskan barang-barangnya masing-masing. Setelah itu,diadakan games mencari bendera kelompok dihutan.
kemudian kelompok anis dan kevin mulai berpencar untuk mendapatkan bendera. Ketika anis sedang mencari bendera,tidak sengaja dia terpeleset jatuh ke lubang. Lalu dia berteriak meminta tolong,dan ternyata kevin mendengar teriakan anis, saat kevin terlihat sangat panik,setelah menemukan anis , kevin membantu mengeluarkan anis dari lubang itu,setelah keluar anis pingsan,karna dia tadi kesulitan bernapas,  kevin langsung menggendong anis dan membawanya ke perkemahan. Setelah lama anis dibiarkan beristirahat, anis sadar kevin langsung menghampirinya.
“nis lu gapapa kan?.”tanya kevin. “iya gua gapapa kok,makasih ya vin.”jawab anis. “iya sama-sama nis.” “(anis mencoba mau bangun)”. “eh nis lu jangan bangun dulu,lu harus istirahat.” “makasih ya vin.” “iya tenang ajaa.”
Keesokan harinya mereka semua balik ke jakarta. Setelah kejadian itu,anis jadi sering memikirkan kevin,begitu pula kevin yang memikirkan anis terus.
Saat disekolah saat kevin berpapasan dengan anis,mereka salah tingkah.
setelah pulang sekolah kevin menghampiri anis.
“niss gua boleh minta nomor hp lu?.”tanya kevin. “boleh nih.....”jawab anis. “makasih nis,sampai ketemu besok ya.” “iya samasama,okeh.”
Sesampainya anis dirumah,dia mendapatkan pesan dari kevin,kevin mengajaknya nanti malem untuk bertemu. Kemudian malam itu mereka bertemu ditaman,
“nis,gua sebenernya suka ama lu.”kata kevin. “gua juga sebenernya juga suka ama lu semenjak lu nolongin gua dan perhatiaan ama gua.”jawab anis. “iya apa?yaudah lu mau gak jadi cewe gua?.” “iya gua mau kok.” “ makasih ya nis.”

Akhirnya mereka menjalin hubungan , mereka tidak lagi seperti kucing dan tikus.

Kamis, 05 Juni 2014

Cinta segitiga



Suatu hari ada dua orang sahabat , yaitu riry dan caca. Mereka bersekolah di SMA 67 Jakarta,mereka sekarang kelas 11,mereka berteman sejak smp kelas 1. Jadi mereka sudah saling kenal satu sama lain.
Suatu hari ketika ada anak baru disekolah mereka,namanya adalah adrian,dia putih, tinggi,ganteng pula.semua murid perempuan disekolah tertarik dengan dia,termasuk juga dua sahabat ini.“duh ry ada murid baru noh, ganteng katanya.”kata caca.“seganteng apa si?kyaknya heboh banget.”jawab riry.“noh ry orangnya,gila cakep banget ry cowonya.”caca berbicara sambil senyum-senyum. “biasa aja tuh.” Jawab riry.“itu luar biasa ry” “iya aja deh ya.”
Kemudian mereka berdua pergi kekelas. Setelah bel istirahat,mereka pergi kekantin.ternyata dikantin ada anak baru itu,caca mulai mendekatkan cowo itu.
“hay,lo anak baru ya?” ujar caca.“iya gua anak baru.” Jawab adrian.“gua boleh minta pin elu gak?” kata caca. “duhh caa,kenapa minta pinya segala si,malu ah.”kata riry. “udah ah biarin aja ry.”jawab caca. “yaudah sebutin pinnya.”tanya caca. “ yaudah ini 792AA817.”jawab adrian. “okeh makasih banyak ya.”jawab caca. “iya sama-sama.” Kemudian mereka kembali masuk kedalam kelas,saat pelajaran caca membhas tentang adrian terus ke riry.
Bel pulang sekolah telah berbunyi,mereka langsung bergegas untuk pulang.tapi saat dikoridor sekolah,caca meninggalkan riry untuk kekamar mandi. Riry yang sedang menunggu sendiri,tiba-tiba adrian datang.“hey,gua boleh tau nama lu?.”tanya adrian. “oh iya boleh,gue riry.” Jawab riry.“oh riry,gue adrian.” Semenjak dari perkenalan itu, mereka berdua saling mengenal satu sama lain.
Beberapa minggu kemudian,mereka janjian untuk jalan dan makan bareng. Mereka pun tiba ditempat tujuan, dan adrian pun mengajak riry ketempat sesuatu “ry, ikut aku yuk??”adrian pun menarik tangan riry ketempat sesuatu yang romantis. “ry, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu??” adrian sambil menatap mukanya riry. “mau ngomong apa??” riry menjawab. Adrian pun memegang tangan riry dan berkata. “ry, sebernya aku suka sama kamu, dari pertama aku kenal kamu.” “ kenapa kamu bisa suka sama aku?”riry berkata dengan penasaran. “karna, kamu itu orangnya cuek sama cowo. Kamu beda aja sama yang laen.” Adrian menegaskan perkataannya itu. “tapi, aku gak ada perasaan sama sekali sama kamu. Aku angap kamu tuh Cuma sekedar sahabat. Yang suka sama itu caca bukan aku. Jadi maaf aku gak bisa nerima kamu.” “tapi aku gak suka sama caca, yang aku suka itu kamu, ry??” dengan nada yang menyakinkan. “adrian sekali lagi aku minta maaf, aku gak bisa nerima kamu!!”
Tiba-tiba caca pun datang ,dan tidak sengaja mendengar pembicaraan kalau adrian menembak riry.lalu caca marah kepada riry.caca mendiamkan dan menjauhi riry.
Saat disekolah riry menghampiri caca. “ca lo kenapa ngejauhin gua gini?.”tanya riry. “gua udah tau kalo lu ditembak adrian kan ?.”jawab caca sambil meninggalkan caca. “caa lu itu salah paham,lu mesti dengerin penjelasan gua dulu.”kata riry agak berteriak.
Beberapa minggu kemudian riry dan caca tidak bersama lagi sejak kejadian salah paham itu. Keesokan harinya saat disekolah riry menghampiri caca. “ca lu harus dengerin penjelasan gua dulu.”kata caca. “apa lagi yang mau lu jelasin?.”tanya caca.”iya emang gua ditembak ama adrian,tapi gua gak terima dia,karna gua gak ada perasaan sama sekali ama dia.”jawab riry. “lu serius ry?”. “iyalah ngapain gua bohong,lagi pula gua jugatau lu suka ama dia.” “maafin gua ya ry udah salah paham ama lu.” “iyaa gapapa kok,yang penting semuanya udah jelas.” “makasih ya ry.” “ iya sama-sama caa.”
Kemudian mereka saling bermaafan dan berteman seperti biasa lagi, dan akhirnya adrian ngajak jalan caca,dan mengungkapkan semua perasaannya,lalu mereka jadian. Riry pun juga sudah mempunyai pacar.

ANAK YANG SOLEH


rizky adalah anak dari ibu indah dan bapak ardi.mereka adalah keluarga yang kurang mampu,bapaknya hanya tukang ojek,dan ibunya hanya penjual sayur keliling.rizky memiliki 2 adik perempuan yang masih sekolah dasar.
Rizky sekolah di SMA 79 Jakarta.Sekolah itu adalah sekolah elite yang orang-orangnya adalah orang yg berkehidupan lebih.Rizky dapat masuk disekolah itu karna mendapatkan beasiswa.rizky sangat senang sekolah disana,tapi dia sering mendapatkan ejekan dan hinaan dari teman teman lainnya. Tetapi dia hanya bisa diam dan sabar.
Setelah pulang sekolah,rizky selalu membantu ibunya berjualan sayuran keliling.kalau sudah membantu ibunya,dia lalu membantu ayahnya untuk menggantikannya menarik ojek. Setelah sampai dirumah,rizky membantuk kedua adiknya untuk belajar. Abis itu rizky belajar dengan rajin. Tidak lupa dia meninggalkan solatnya,dia selalu rajin solat 5waktu dan juga rajin berdoa.
Rizky selalu membantu kedua orangtuanya dan juga adikadiknya. Dia tidak pernah membantah omongan orangtuanya . dia juga tidak pernah meninggal solat 5waktunya.

Anak yatim-piatu


Ada anak bernama ajeng, dia adalah anak yatim-piatu. Ibunya meninggal sejak dia berumur 3tahun, lalu bapaknya meninggal saat dia berumur 5tahun. Sekarang dia sudah berumur 15tahun,dan dia tinggal di tempat panti asuhan.
Suatu hari ada bapak dan ibu yang dateng ke panti asuhan berniat untuk mencari anak untuk diangkat jadi anaknya. Dari wajah dan penampilan mereka keliatannya orang baik. Setelah mereka mencari anak yang sesuai keinginannya,akhirnya mereka memilih ajeng untuk diangkat menjadi anaknya. Lalu ajeng langsung membereskan barang-barangnya,setelah itu dia berpamitan dengan semua orang dipanti asuhan itu. Kemudian mereka pergi untuk pulang kerumahnya.
Sesampainya disana,ajeng sangat senang karna mempunyai keluarga baru dan rumah baru. Kemudian Ajeng langsung beristirahat dikamar yang sudah disediakan.
Keesokan harinya.ibunya membangunkan ajeng.
“heh bangun kamu,udah siang ini.”kata ibu.
“bentar ya bu,ajeng masih ngantuk.”jawab ajeng
“kagak pake bentar-bentar.apa mau ibu siram make air?.”
“iya bu ini ajeng sudah bangun.”
“cepat kamu mandi sana.”
“baik bu.”
kemudian ibu pergi,ajeng pun bangun dari tempat tidur dan segera pergi kekamar mandi. Setelah selesei,ibunya menghampirinya .
“sekarang kamu buatkan makan untuk ibu dan bapak!.”suruh ibu.
“loh kok aku bu?.” Jawab ajeng heran.
“ya iya,memangnya siapa lagi?,sudah jangan banyak tanya,cepat bikin.!”
“Baik bu.”
Lalu ajeng melaksanakan perintah ibunya itu,dia membuatkan makanan .setelah selesei dia langsung menyiapkannya dimeja makan.
“ngapain kamu masih disini?.”tanya ibu.
“aku juga mau makan bu,aku lapar.”jawab ajeng.
“kamu makan dibelakang sana, jangan disini!”
“kenapa aku gakboleh makan disini bu?.”
“karna kamu gak pantas makan disini!”
“baiklah bu.”
Akhirnya ajeng makan didapur sendirian dengan lauk sisa.
Setelah makan selesei ajeng pergi kekamarnya,langsung tiduran.ibunya menghampirinya.
“ajeng!cuci semua baju kotor dibelakang sekarang!” kata ibunya dengan membentak.
“kenapa ajeng bu?aku cape bu.”jawab ajeng.
“segitu aja sudah cape?cepat cuci bajunya,gak usah banyak ngeluh!”
“iya buu.”
Kemudian ajeng menjalankan perintah ibunya.
Beberapa bulan kemudian,ajeng selalu disuruh-suruh oleh ibunya,sampai akhirnya ayahnya tidak tega melihat perlakuan istrinya kepada ajeng.
Pada suatu hari ajeng dibawa pergi ayahnya tanpa sepengetahuan ibunya,lalu ajeng dibawa kepanti asuhan kembali. Setelah dikembalikan,ajeng kembali senang dan dia tidak lagi disuruh-suruh seperti pembantu.



CITA-CITAKU



Rudy bercita-cita ingin menjadi fotografer yg profesional. dia anak dari keluarga yang tidak mampu. Bapaknya adalah seorang tukang sapu jalanan,dan ibunya pun hanya seorang tukang cuci baju saja.dia memiliki 2 adik perempuan.tetapi karna dia menyadari bahwa dia adalah orang yg tidak mampu,jadi dia hanya memendamnya saja.suatu ketika,dia bertekad untuk menggapai citacitanya.lalu,ada temannya yg baik hati mengajak dia belajar fotografi bersama.”
“rud,lu mau ikut gua belajar fotografi gak?.”tanya edo.
“gua si mau,tapi kan gua engga punya alat-alatnya.”jawab rudy.
“tenang aja,nanti pake kamera gua yang satu lagi ada kok.”
“serius nih do?.”
“iyadong serius.”
“makasih banyak ya do.”
“iya rud .”
Mereka akhirnya belajar fotografi bersama,walaupun rudy tidak mempunyai alat-alatnya,tetapi edo dengan baik meminjamkannya kepada rudy.  Rudy pun senang,dan dia bertekad akan belajar dengan gigih dan giat.setelah lama belajar,ternyata hasil foto-fotonya rudy lebih bagus dari pada edo,dan hasil foto-foto rudy itu dibantu edo untuk disebarluaskan disosial media. Suatu hari,ada seorang manajer majalah keropers yang menelfon rudy.”

“hallo..?.”tanya manager.
“iya halo,siapa ini?.”jawab rudy.
“apa anda rudy ?,saya dari majalah keropers.”
“iya benar ini saya,oh iya ada apa pak?.”
“saya sudah liat hasil foto-foto anda di sosial media,sangat     menarik,unik,dan bagus sekali,saya berniat mengajak anda untuk menjadi fotografer saya di majalah keropers.”
“ini serius pak ?,mau banget saya pak.”
‘serius dong.okeh,besok anda bisa datang kekantor saya,dan membawa hasil project anda yang lainnya.
“baik pak baik,makasih banyak ya pak.”
“iya samasama.”
Keesokan harinya rudy datang kekantor majalah tersebut,dia pun akhirnya diterima kerja disitu.
Setelah 1 tahun lamanya dia bekerja di sana,sekarang dia sudah menjadi fotografer yang handal.dan dia bisa membantu ekonomi keluarganya,orangtuanya sangat bangga dengan rudy. Itu semua berkat kegigihan dan ketekadan rudy untuk menjadi fotografer profesional,juga berkat bantuan temannya yaitu edo.”

Kejamnya ibu tiri



Ada satu keluarga yang awalnya hidup bahagia,yaitu keluarga bapak tri dan ibu ani,mereka memiliki satu orang anak perempuan bernama intan.
Suatu ketika ibu ani batuk-batuk,ternyata batuknya itu disertai dengan keluarnya darah dari mulutnya,ibu ani mencoba menganggap enteng penyakit itu.tetapi,semakin lama penyakit itu semakin parah,dan sampai suatu hari dimana ibu ani sedang berkumpul bersama keluarganya diruang tengah,kemudian ibu ani batuk terus-menerus,sampai akhirnya dia jatuh pingsan,intan tidak sengaja melihat tangan ibunya yang ternyata ada darahnya,intan dan ayahnya panik,kemudian mereka membawa ibu ani kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit,ibu ani langsung dibawa keruang UGD . intan dan ayahnya menunggu diruang tunggu,dengan keadaan khawatir dan cemas. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD.kemudian ayahnya menghampiri dokter.”gimana dok keadaan istri saya?.ujar ayahnya.
“maaf saya sudah berusaha,tapi tuhan berkehendak lain. apakah bapak tidak mengetahui penyakit ibu ini?.kata dokter.
“(terheran sambil meneteskan air mata). tidak dok,memangnya istri saya sakit apa?.”
“ibu mengidap penyakit TBC sejak lama.”
Beberapa bulan kemudian, ayah intan telah menemukan pengganti ibunya.
Wanita itu bernama putri,sekarang wanita itu menjadi istri sahnya bapaknya.
Pada suatu hari,sesudah makan pagi,bapaknya berpamitan untuk pergi dinas ke luar kota selama seminggu.
“bu,ayah pamit ada dinas diluar kota selama seminggu.”ujar ayah
“oh yaudah iya,hati-hati ya yah.”
“intan,ayah pamit dinas keluar kota yah.”kata ayah
“iya yah,hati-hati yah.”
Tidak lama,ayahnya pergi .ibu tirinya mendekati intan.
“intan sekarang kamu bereskan meja bekas makan tadi, abis itu kamu cuci semua bekas makan tadi.”kata ibu sambil membentak.
“kenapa intan, kan ada mbok april bu?”jawab intan.
“mbok april tadi udah ibu suruh pulang”
“kenapa disuruh pulang?”
“sudah jangan banyak omong kamu, kerjakan semuannya sekarang.”
“ baik bu.”
Intan pun menggerjakan apa yang dikatakan ibu tirinya tadi. Setelah selesai intan pun duduk diruang tamu. Lalu ibu tirinnya menghampiri dirinya.
“intan ngapain kamu enak-enakkan disini?”tanya ibunya dengan marah.
“aku sedang beristirahat bu, capek.”jawab intan
“baru segitu ajah udah geluh,dari pada ngeluh terus mending kamu kebelakang nyuci baju kotor sekarang!!”
“tapi bu?”
“ gak ada tapi-tapian, sekarang kerjakan intan!!”
“baik bu.”
Intan pun mengerjakan perintah ibunya tadi. Intan pun mengeluh dan menginggat kenangan dirinya dengan ibu kandungnya.
“yaallah kenapa ibu jadi begini, kemaren ibu baik banget ama intan. Ketika bapak pergi dinas ibu jadi jahat begini.yaallah apa salah intan, emang intan salah apa?? Sampe-sampe ibu tega melakukan ini.”kata intan
“ibuuuu, intan kangen ibu. Kenapa ibu secepat ini tingalin intan. Intan masih pengen ngeliat senyum ibu, tawa ibu dan canda ibu. Ibuu, intan pengen liat ibu lagi.”
“ibuuuu, apa salah intan??kenapa ibu putri perlakukan intan seperti pembantu??”
Tak lama kemudian ibu putri menghampiri intan
“intann, ngapain aja kamu dari tadi, ngerjain ini aja lamanya minta ampun!!”kata ibu sambil marah.
“maaf bu, intan capek. Kenapa sih bu, ibu tega perlakukan intan kaya begini??”jawab intan.
“ibu perlakukan kaya gini kekamu karna ibu gak mau liat kamu berleha-leha. Kamu ngerti itu!!
“tapikan bu....”
“gak usah banyak membantah, cepat lakukan apa yang ibu perintahkan!!”
“ baik bu.”
“dan satu lagi, jangan pernah kamu beritahu ayah mu soal ini. Kalo kamu beritahu, bakal ada akibatnya nanti. Ngerti kamu!!”
Sekitar seminggu kemudian, ayahnya intan pulang dan intan pun menghampiri ayahnya.
“ayahhhh....”(sambil menghampiri ayahnya).kata intan.
“ada apa intan.”jawab ayah.
“intan kangen ayah.”(sambil memeluk ayahnya)
“iya intan ayah juga, ayah juga kangen intan.”
“eh ayah.(sambil menyium tangan ayah). gimana yah? Udah selesai dinasnya?” kata ibu.
“udah bu, ayah udah selesai dinasnya”jawab ayah.
“udah intan, kamu tingalkan dulu ayah mu. Yah butuh istirahat.”
“tapi intan masih kangen.”
“intan, emang kamu gak kasian sama yah mu. Dia capek, butuh istirahat. Kamu mengerti intan?”
“udah gak papa, ayah belom capek kok”
“udah ayah, ayah tuh capek. Ayah butuh istirahat”
“yaudah iya, ayah akan istirahat ?.”
Tidak lama kemudian, ibu pun menghampiri intan.
“intann”(dengan ekspresi setengah marah).ibu memanggil intan.
“ada apa bu?”jawab intan.
“awas kamu beritahu tentang masalah itu.”
“iya bu, intan gak bakal....”
Kemudian ayahnya pun memotong pembicaraan mereka berdua.
“ada apa kalian berdua disini?”.tanya ayah sambil heran.
“tidak ada apa-apa yah?(dengan ekspesi kaget)”.jawab ibu.
“oh gitu, yaudah ayah masuk kamar ya?.”
“iya ayah?.”
Tak lama kemudian, intan pergi kekamarnya.
Setahun kemudian,intan sering ditinggal ayahnya untuk pergi dinas keluar kota.dan intan pun sering disuruhsuruh sama ibu tirinya.dan sampai suatu hari mbok april mengadukan semua kelakuan jahat ibu tiri itu ke ayahnya intan. Setelah ayah intan mengetahui semua itu,ayahnya langsung menceraikan ibu itu,dan meninggalkannya. Dan akhirnya ayahnya lebih memilih hidup berdua dengan intan,tanpa ibu tiri.

PERGAULAN BEBAS



Putri adalah anak dari bapak joko dan ibu rahmah. Keluarga mereka adalah keluarga yang berkehidupan lebih,ayahnya adalah seorang pemilik salah satu perusahaan besar diJakarta,sedangkan ibunya seorang desaigner baju terkenal.
Kedua orang tua putri jarang sekali berada dirumah, mereka sibuk dengan pekerjaanya masing masing,sehingga putri menjadi anak yang kurang perhatian dan kasih sayang kedua orang tuanya.
Putri bersekolah di SMA 09 Jakarta. Putri mempunyai sahabat yang bernama dini. Putri dan dini bersahabat sejak mereka kelas 1SMA ,dan sekarang mereka kelas 3SMA.
suatu hari saat disekolah, putri dan dini merencanakan sesuatu.
“din,cabut yuk,engga mood belajar nih gue!”.ujar putri.
“ayo sama gua juga kagak mood.”jawab dini.
Kemudian mereka kabur dari sekolahan lewat pintu belakang sekolahan.
Mereka pergi ke mall untuk berhura-hura. Setelah puas,lalu mereka pergi ke tempat club malam,disana mereka minum-minuman keras,sampai akhirnya mereka mabuk.
Kemudia mereka pulang naik taxi.
Hari-hari selajutnya mereka melakukan hal yang sama juga.saat di club mereka mendapatkan teman baru.
“hey,boleh kenalan?.”tanya edo.
“oh iya boleh,gue putri,lo siapa?.”jawab putri.
“gua edo,nih kenalin juga temen-temen gua.”
“iyaa iyaa.nih juga kenalin temen gua namanya dini.”
“oh okey,salam kenal yaa.”
Setelah kenalan,mereka berdua lalu pulang kerumah,dengan sama dalam keadaan mabuk.
 Beberapa hari kemudian,mereka berdua diundang untuk dateng kepartynya edo. Lalu malam harinya mereka dateng kerumah edo,saat disampai disana,ternyata tidak terlalu ramai,lalu mereka diajak masuk .tidak lama kemudian,ternyata mereka party miras bersama-sama.awalnya mereka kaget dan heran,tapi lama-lama mereka akhirnya ikut berparty bersama-sama. Party pun berjalan sampai larut malam, kemudian mereka pun pulang kerumah.
Keesokan harinya mereka mendapatkan surat panggilan orang tua, akhirnya kedua orang tua mereka datang kesekolahan. Disekolah orangtua mereka ditanya kenapa mereka tidak masuk sekolah selama 1 bulan,kedua orang tua mereka heran,setelah banyak berbiacara,lalu mereka pulang,sesampainya ibu putri langsung menghampirin putri.
“putri dari mana saja kamu?.”tanya ibunya agak marah.
“dari mana aja emangnya mama peduli?.”jawab putri.
“kenapa mulut kamu bau alkohol gitu?dari mana kamu?.”
“abis dari party temen,kenapa?.”
“ngapain kamu partyparty begitu,engga ada untungnya tau gak?!.”
“suka-suka aku dong ma,dari pada dirumah gak ada temennya,mama sama papa juga sibuk sama urusan kalian masingmasing,dan gak pernah ada dirumah.”
“mama sama papa tuh cari uang buat kamu juga.”
“apa uang yang selama ini masih kurang ma?mama engga kasian sama aku?aku tuh butuh kasih sayang kalian,aku gak butuh uang kalian.”jawab putri sambil menangis
“maafin mama dan papa karna selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaan kami,jadi kami jarang ada waktu buat kamu.mama bener-bener minta maaf.”
“iyaudah ma gapapa ,lagipula udah terlanjur ini.”
“mama janji engga bakal sibuk dengan pekerjaan mama,mama bakal selalu ada waktu buat kamu.”
“makasih maa.”
Setelah itu,akhirnya bapak dan ibu putri sadar kalau mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya,sehingga putri kurang mendapatkan kasih sayang mereka.sekarang mereka lebih banyakin waktu untuk putri,dan putri pun sudah tidak berkelakuan kaya kemarenkemaren itu lagi.

SEPERTI BINTANG



    Dira tersenyum kagum saat melihat Ares berhasil memasukan bola ke dalam ring. Dira begitu memperhatikan permainan basket Ares sampai dia tidak sadar bahwa Alin sudah berada di sampingnya. “Asyik banget sih, sampe nggak sadar kalau ada gue.” kata Alin “Hai, Lin, nggak kok ini permainan tim basket sekolah kita makin hebat ya.” sahutDira “Tim basketnya atau Aresnya yang hebat?” goda Alin “Tim basketnya lah, Lin.” “Sampai kapan sih lo mau nutupin perasaan lo ke Ares, udah 4 tahun lho, Dir.” Alin seolah mengingatkan Dira tentang rasa cintanya pada Ares. “Entahlah Lin, mungkin nggak akan pernah gue ungkap. Biar gue simpan semua ini sendiri aja. Gue cuma pengen seperti bintang, yang selalu ada meskipun nggak selalu terlihat.” “Dira… lo udah sering sakit hati karena dia, apa lo nggak ngebutuhin balasan?” Alin tampak heran. “Rasa cinta gue ke dia besar banget, Lin, sampai gue nggak bisa bedain antara sakit hati dan cinta. Melihat dia bahagia aja gue udah ikut seneng kok.untuk apa sih dia sama gue kalau dianya enggak bahagia.” jawab Dira tulus. “Gue nggak ngerti sama jalan pikiran lo, Dir.” kata Alin akhirnya. “Lo nggak harus ngerti Lin, lo cukup jaga rahasia ini aja. Udah deh nggak usah ngomongin ini.” pinta Dira. Alin hanya mengangguk. “Gue akan bantuin lo semampu gue, Dir.” batin Alin.

    Siang ini kelas Dira kosong, tanpa tugas. Dira memutuskan pergi ke perpustakaan seorang diri. Dira memang paling suka membaca buku. Sikap ini sangat bertentangan dengan sahabatnya, Alin. Jadi Dira selalu pergi ke perpustakaan tanpa sahabatnya itu.Dira duduk tepat di sudut kiri perpustakaan setelah selesai mencari buku yang diinginkannya. Kebetulan  perpustakaan sepi saat itu. Suasana perpustakaan seperti itu yang Dira suka. Dan Dira hanya menempati meja panjang itu seorang diri. Saat tengah asyik membacabuku, Dira merasa seperti ada orang yang berjalan ke arahnya. Dira lantas mendongak. Matanya beradu dengan mata seseorang. Sepersekian detik hanya seperti itu sampai akhirnya orang itu menyapa Dira lebih dulu. “Hai Dir, sendirian aja ya, boleh gue duduk di sini?” tanya cowok berpostur tinggi bernama Ares menunjuk kursi yang ada di hadapan Dira. “Eh, ehm.. iya nih, duduk aja Res.” jawab Dira tergagap. “Tumben sendiri, biasanya kemana-mana sama Alin.” kata Ares seraya duduk di hadapan Dira. “Alin kan anti banget sama perpustakaan, lo sendiri tumben ke perpus.”  “Males aja di kelas, jam kosong gini kalau nggak dimanfaatin kan sia-sia.” “Iya sih, kelas lo jam kosong juga ya. Kenapa nggak maen basket aja?” “Enggak deh, Dir, ntar si nenek lampir ngerecokin gue.” “Nenek lampir? Bukan Lala kan yang lo maksud?” “Ya dia lah, Dir. Siapa lagi coba yang selalu ngekor gue kalau bukan dia.” kata Ares kesal. “Lho, gue kira kalian pacaran. Selama ini kan kalian selalu barengan terus.” ujar Dira heran.“Ogah gila’ pacaran sama orang kayak gitu, bukannya cinta tapi malah ilfeel, Dir. Lagian udah ada seseorang yang ngisi hati gue.” Kata Ares serius. “Oh gitu, lo pasti cinta banget ya sama dia sampai Lala yang secantik itu aja lo tolak.” suara Dira bergetar. “Iya gue cinta banget sama dia, tapi sayang gue Cuma bisa jadi bintang. Bintang yang selalu ada tapi nggak selalu nampak di matanya. Walaupun kebahagiaannya bukan sama gue, tapi gue ikut bahagia kok.” Ares berkata tulus. Dira terdiam. “Kenapa ucapan Ares seperti ucapan gue ya?” Dira bertanya dalam hati. “Dir, kok malah ngelamun sih. Lo nggak papa kan?” Ares menyadarkan Dira. “Eh, enggak kok. Gue Cuma ngebayangin gimana sakitnya lo setiap liat cewek itu jalan sama cowok lain.” dusta Dira. “Gue cinta banget sama dia, Dir, sampai gue nggak bisa bedain sakit hati sama cinta.” Dira merasakan matanya mulai memanas. Ucapan Ares begitu terasa di hatinya. Semua ucapan Ares seperti sebuah parang yang menggores hatinya. Ucapan Ares seperti sebuah sindiran yang ditujukan padanya. “Ehm, Res, gue duluan ya.” pamit Dira sebelum air matanya tumpah di depan Ares. Ares ingin menahan kepergian Dira, namun dia mengurungkan niatnya. Ares menyadari ucapannya telah melukai hati Dira. Ares memang sengaja mengucapkan semua itu untuk menyadarkan Dira bahwa Dira harus menunjukkan perasaannya pada Ares.

    Ares telah mengetahuai semua rahasia yang disimpan rapat oleh Dira selama 4 tahun semenjak dia SMP hingga kini dia sudah akan lulus SMA. Alin telah menceritakan semuanya pada Ares. Alin tidak tega melihat Dira terus tersiksa dengan perasaan cintanya. Meskipun Dira bilang dia tidak apa apa tapi Alin sudah beberapa kali memergoki Dira diam-diam menangis setelah melihat kemesraan Lala dengan Ares. Selama ini Alin membiarkan Dira menyimpan perasaannya dan berharap Dira akan menunjukkan perasaannya itu pada Ares sebelum mereka lulus. Namun sampai saat ini Dira tetap saja tidak menunjukkan rasa cintannya pada Ares. Akhirnya Alin nekad memberi tahu Ares tentang perasaan cinta yang dipendam Dira selama 4 tahun padanya. Dan kini Ares sudah mengetahuinya. Semenjak bertemu dengan Ares di perpustakaan, sikap Dira menjadi pendiam. Dia selalu menghindar bila bertemu dengan Ares ataupun saat melihat Ares sedang bersama dengan Lala. Alin merasakan perubahan sahabatnya itu. Namun Alin membiarkannya. Dira juga tidak mau melihat pertandingan final tim basketsekolahnya. Hanya karena Ares menjadi kapten basketnya. Dira ingin melupakan semua perasaannya pada Ares. Namun semua itu terasa sulit. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hati Dira. Sesuatu yang membuat Dira tidak bisa melupakan perasaan cintanya begitu saja. Malam ini adalah malam minggu. Seperti malam-malam minggu biasanya, Dira hanya diam di kamarnya. Kalau biasanya dia membaca buku, kali ini tidak. Dira masih memikirkan perasaannya pada Ares. Apakah dia memang harus melupakan semua cintanya? Sanggupkah Dira melakukannya? Semua itu membuatnya semakin galau. Tiba-tiba HP-nya bergetar. 1 New Message tertera pada layar touchscreennya. from : Ares Dir, tlg tmenin gw. Plis… to : Ares kmna? from : Ares Kafe, bwt ngerayain kmenangan tim basket kmrin. Gw udh d dpan rmh lo. Dira menyibakkan gorden jendela kamarnya. Dan ternyata Ares sudah bertengger santai di atas motor sportnya. Hhh… Dira menghela nafas berat. Sebenarnya Dira ingin menolak tapi melihat Ares sudah berada di depan rumahnya, dia urung menolak. Tanpa membalas SMS dari Ares, Dira segera bersiap-siap. Bukannya mengajak Dira ke kafe seperti yang ditulis pada SMSnya tadi, Ares malah mengajak Dira mengelilingi pusat kota.

   Di sebuah bukit yang dihiasi dengan banyak lampion Ares menghentikan laju motornya. Dari atas bukit itu mereka bisa melihat bintang dengan jelas. Untuk beberapa saat mereka terdiam. Sibuk dengan pikiran masing- masing. “Kok ke sini, katanya mau ke kafe?” tanya Dira memecah keheningan. “Gue males ke sana, pasti ada Lala. Semakin hari semakin muak gue sama tingkahnya.” jawab Ares. Dira hanya mengangguk. Mereka kembali terdiam. “Dir…” panggil Ares. “Ya.” jawab Dira. “Mau sampai kapan kayak gini?” tanya Ares tanpa menatap Dira. “Maksud lo?” Dira balik bertanya, bingung dengan pertanyaan Ares. Ares justru diam tanpamenjawab pertanyaan Dira. Melihat Ares tidak bereaksi, Dira pun ikut diam. Hening. Lagi-lagi hanya keheningan yang tercipta. Ares kembali buka suara. “Mau sampai kapan lo jadi seperti bintang-bintang itu?” tanya Ares menunjuk taburan bintang di langit, “selalu ada walaupun nggak selalu nampak?” “Gue nggak ngerti sama omongan lo, Res.” Dira pura- pura. “Lo ngerti kok, kenapa sih lo lebih seneng nyakitin hati lo sendiri dari pada nunjukin perasaan lo ke gue kayak cewek-cewek lain, kayak Lala misalnya. Kenapa Dir?” Ares menatap Dira. “Lo udah tahu ya, pasti Alin kan? Hh…” Dira menghela nafas, “gue punya cara sendiri buat mencintai lo. Lo suka bintang dan gue pengen jadi seperti bintang. Selalu ada meskipun lo nggak selalu liat gue. Yang penting gue bisa selalu liat lo. Buat gue semua itu udah cukup bikin gue seneng, Res.” jelas Dira berkaca-kaca. “Lo tahu nggak Dir, gue ngerasa bersalah dan nyesel banget saat Alin cerita semua tentang lo. Selama ini guedeket sama beberapa cewek dan seneng-seneng sama mereka.  Tapi tanpa gue sadar, gue udah bikin hati salah satu cewek yang selalu baik sama gue remuk. Hancur berantakan.” kata Ares penuh penyesalan. “Lo nggak boleh ngerasa kayak gitu, Res. Lo nggak salah sama sekali. Semua ini kemauan gue sendiri. Dan sekarang kan lo udah tahu, gue udah seneng kok. Mulai saat ini lo nggak perlu mikirin perasaan gue lagi karena mulai malam ini juga gue akan lupain perasaan gue ke lo selama ini.” Dira mengucapkannya dengan air mata yang membasahi pipinya. “Kok lo seenaknya gitu sih, Dir. Lo pikir gue akan biarin cewek yang udah gue sakitin dan gue cintai selama ini pergi gitu aja? Dan lo pikir cuma lo doang yang jadi seperti bintang-bintang itu? Gue juga Dir, gue cowok pengecut yang nggak berani ungkapin cinta sama lo selama 4 tahun!” kata Ares keras. “Ares, ja.. jadi selama ini lo…” “Iya, gua juga cinta  sama lo selama 4 tahun ini. Gue kira dengan deket sama beberapa cewek bisa buat gue lupain perasaan gue ke lo. Tapi nyatanya gue nggak bisa, gue semakin tersiksa dengan perasaan yang gue pendam. Dan saat gue mau ungkapin semua ke lo, gue lihat lo lagi deket sama Ryan. Akhirnya gue nggak pernah ungkap perasaan gue ke siapapun sampai Alin cerita perasaan lo ke gue.” potong Ares. “Gue emang sempet deket sama Ryan tapi perasaan gue ke lo terlalu kuat, nggak ada yang bisa memudarkan cinta gue sama lo.” Dira menyeka air matanya .“Gue tahu… sorry ya udah bikin hati lo terluka.”
“Gue juga, sorry udah bikin lo kesiksa.” “Dir, sekarang di bawah cahaya bulan dan di bawah tatapan bintang-bintang di langit malam ini, aku pengen kamu jadi bintang di hatiku. Bintang yang akan selalu bersinar dan terus nampak di hatiku kapanpun. Nggak peduli siang atau malam, nggak peduli panas atau dingin. Berapapun jumlah bintang yang ada di langit, seterang apapun mereka, aku nggak peduli. Cuma kamu satu- satunya bintang yang paling terang buat aku. Kamu mau kan jadi bintangku selamanya?” Ares menggenggam tangan Dira erat. Dira kembali meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan. Serasa mimpinya menjadi kenyataan. “Kamu serius kan, Res, bukan karrna kasihan sama aku?” tanya Dira memastikan. “Bukan cuma serius bahkan seratusrius, Dir. Percaya sama aku. Aku akan bahagiain kamu. Kata-kataku tadi bukan gombal atau sebatas rayuan.” jawab Ares mantap. “Gimana, Dir?” tanya Ares tak sabar. “Aku rasa, aku udah nggak bisa lagi nahan perasaanku ke kamu.” jawab Dira. “Maksud kamu, Dir?”“Ya, aku mau jadi bintang di  hati kamu selamanya.” “Makasih, Dir.” Refleks Ares memeluk Dira, “Aku janji bakal jagain kamu, nggak akan aku biarin kamu berhenti bersinar.” Ares melepaskan pelukannya. Dia menatap Dira dalam. Keduanya lalu tersenyum. “Sekarang jadi aku – kamu ya?” kata Dira menyandarkan kepalanya di bahu Ares “Nggak papa biar kedengaran romantis.” ujar Ares seraya membelai rambut Dira. Malam itu Ares dan Dira menghabiskan malam minggu berdua di bukit yang mereka namakan bukit bintang sambil mengamati indahnya hamparan bintang yang bersanding dengan bulan di langit. Tanpa mempedulikan teman-teman Ares yang tengah menunggu sang kapten untuk merayakan kemenanngan tim basketnya. Bintang itu kini tidak lagi bersembunyi, bintang itu kini akan selalu ada dan selalu nampak. Di hati Ares dan Dira tentunya.

SAD STORY


Karin punya pacar, Namanya Andri. Karin sudah lama berteman dengan Andri, tahun lalu, ketika mereka pergi ke perjalanan wisata sekolah. Karin mulai menyadari kalau ia jatuh cinta sama Andri. Sebelum Perjalanan itu berakhir, Karin mengambil langkah untuk menyatakan cintanya pada Andri. Dan Andri pun mau menerimanya,

mereka pun menjadi sepasang kekasih , tapi cara mereka saling mencintai sedikit berbeda . karin selalu berkonsentrasi pada diri Andri dan sangat mencintai pribadinya, tetapi disisi lain, Andri tak pernah menganggap Karin ada. Bagi Karin, Andri adalah satu-satunya pria yang ia cintai , tapi buat Andri, mungkin Karin sebagai pacar cadangan saja. "Andri, apakah kamu ingin pergi menonton film ?" Tanya Karin. " Saya tidak bisa" jawab Andri " Kenapa, apa kamu sibuk ?" Karin dengan perasaan kecewa. "Tidak ... aku akan bertemu seorang teman" Jawab Andri. Andri selalu seperti itu . Andri sering bertemu gadis di depan mata Karin, seperti menganggap Karin tidak ada. Baginya, karin hanya pacar simpanannya saja. "Kata 'Cinta' hanya keluar dari mulutku . Sejak aku mengenalnya , aku tidak pernah mendengar dia mengatakan 'Aku Mencintaimu' terhadapku. Dia tidak pernah mengatakan apa-apa dari hari pertama kita pacaran. Setiap hari, dia hanya memberikan Aku sebuah boneka, setiap hari. Aku tidak tahu mengapa?" karin dengan penuh tanya dalam hatinya.Kemudian suatu hari ...
Karin : "emm.. Andri , aku.."
Andri : "Apa?"
Karin : "Aku mencintaimu."
Andri : (hanya memberikan sebuah boneka lalu pulang).
Itulah bagaimana Andri mengabaikan Karin. tak ada sepatah katapun dan Andri hanya memberikan boneka itu. Kemudian ia pergi, sepertisedang menghindar. Karinmenerima boneka dari Andri hampir setiap hari, hingga ruangan kamar Karin penuh dengan boneka pemberian Andri. Lalu suatu hari datang, tanggal 15 ulang tahun Karin berusia 19 tahun . Ketika karin bangun di pagi hari, Karin selalu membayangkan merayakan ulang tahunnya berdua bersama Andri ditaman penuh bunga-bunga. karin pun menunggu Andri untuk menelponnya. Tapi ... siang berlalu, malam berlalu. Dan langit pun sudah gelap. Andri belum juga menelpon Karin, hingga Karin tertidur. Kemudian sekitar jam 2 pagi hari, tiba-tiba Andri menelepon Karin hingga terbangun. Dia menyuruh Karin untuk keluar rumah. Dan karin pun menyambutnya dengan suka
cita, Karin terus membayangkan hal indah yang selalu dia bayangkan.
Karin : "Andri..?"
Andri : "Disini ... ambil ini" (Sekali lagi , dia memberikanKarin sebuah boneka kecil.)
Karin : "Apa ini?"
Andri : "Kemarin Aku lupa memberikannya sama kamu , jadi Aku memberikannya sekarang. Aku akan pulang sekarang, bye.."
Karin : "Tunggu, tunggu !
Apakah Kamu tahu hari apa ini?"
Andri : "Hari ini? Aku tidak
tahu"
Karin merasa sangat sedih , Karin pikir Andri akan ingat hari ulang tahunnya. Andri pun
berbalik dan pergi seperti tidak ada yang terjadi. Lalu
Karin berteriak:
"Tunggu ... !!"
Andri : "Apa kamu ingin
mengatakan sesuatu?"
Karin : "Katakan padaku ,
katakan padaku kau
mencintaiku."
Andri : "Apa? !"
Karin : "Katakan!" (Karin sambil memeluk Andri dari belakang). berharap, Andri bisa mengatakan bahwa dia mencintai Karin. Tapi kenyataanya Andri hanya bicara dingin. "Aku tidak ingin mengatakan itu, jika kamu kecewa mendengarnya, silahkan mencari penggantiku" Lalu Andri pergi. mendengar itu Karin menangis dan terjatuh ke tanah. " mengapa andri tidak bisa mengatakan Cinta padaku, Bagaimana dia bisa? Aku merasa bahwa Mungkin dia bukan pria yang tepat untukku. " tangis karin.

Setelah hari itu, karin diam sendiri di rumah sambil menangis, hanya menangis. tetapi Andri tetap saja tak bisa mengatakan cinta terhadap Karin. Andri hanya terus memberikan boneka kecil setiap pagi dan meletakkannya di luar rumah Karin. Hingga boneka-boneka itu menumpuk di kamar Karin.
Setelah satu bulan berlalu, Karin mulai bersekolah lagi. Tapi apa yang dilihat karin sungguh menyakitkan, karin melihat Andri jalan dengan gadis lain, . Karin langsung berlari dan kembali ke rumah dan melihat boneka-boneka itu di kamarnya, sambil menangis karin berkata "Kenapa dia memberikan boneka-boneka ini kepadaku, Apa Boneka- boneka diberikan juga dengan gadis lain?" dalam kemarahannya Karin melempari boneka itu. Lalu tiba-tiba, telepon berdering, yang ternyata Andri. Andri menyuruh Karin untuk datang ke halte bus di luar rumah Karin. Karin mencoba menenangkan diri dan pergi ke halte bus. Karin terus berjanji dalam hati bahwa ia akan melupakan Andri, dan meminta putus. Lalu Andri datang ke hadapan Karin, sambil memegang sebuah bonekabesar.
Andri : "Karin , Aku pikir Kamu marah, Tapi kamu benar- benar datang" (sambil menyodorkan boneka besar)
Karin : "Aku tidak membutuhkannya."
Andri : "kenapa?"Lalu Karin mengambil boneka itu dari tangannya dan melemparnya dijalan.
Karin : "Aku tidak butuh boneka ini , aku tidak membutuhkannya lagi ! Aku tidak ingin melihat orang seperti kamu lagi!".

Tapi tidak seperti hari-hari lain , suara Andri sangat gemetaran. "Maafkan aku" Andri meminta maaf dengan suara kecil. Lalu Andri berusaha mengambil boneka itu di jalan.
Karin : "Kamu bodoh! Mengapa kamu mengambil boneka itu? !"
Tapi Andri mengabaikan Karin dan mengambil boneka itu . Lalu ..."Peeep....
Peeep...!!!"Dengan klakson keras, sebuah truk besar sedang menuju ke arah Andri."Andri ! Pergi ! Menjauh ! " Teriak Karin. Tapi Andri tidak mendengarkan Karin, Andri berjongkok dan mengambil boneka itu . " Boom ! " Suara itu , begitu mengerikan .Itulah bagaimana Andri pergi meninggalkan karin. Itulahbagaimana Andri pergi tanpa membuka matanya untuk mengatakan satu kata cinta kepada Karin.

Setelah hari itu , Karin harus menjalani kehidupan dengan sendiri diselimuti kesedihan yang begitu mendalam Dan setelah menghabiskan dua bulan seperti orang gila, Karin mengambil salah satu boneka yang pernah
diberikan Andri."Hanya Boneka-boneka ini kenangan saya dengan kamu, Aku ingat hari-hari aku menghabiskan waktu bersama dia, ketika kita sedang jatuh cinta" racau karin seperti orang gila." Satu ... dua ... tiga ... " Karin mulai menghitung boneka." Empat ratus delapan puluh lima buah boneka " Itu semua berakhir dengan 485 boneka .Karin kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka dalam pelukannya, karin
memeluk erat-erat boneka itu, lalu tiba-tiba ..." Aku mencintaimu ~ , aku mencintaimu ~ " Karin terkejut, lalu menjatuhkan boneka itu,Lalu Karin mengambil bonekanya kembali dan menekan perutnya ." Aku mencintaimu ~ Aku mencintaimu ~ " " Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ "Kata-kata keluar dari boneka itu tanpa henti. Aku ... mencintaimu ... "Mengapa aku tidak menyadari kalau hatinya selalu di sampingku , melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku sebanyak ini ?" Karinmengambil boneka di bawah tempat tidur dan menekan perutnya, itu adalah boneka terakhir, salah satu yang jatuh di jalan, dengan noda darah di atasnya. dan Suara yang keluar dari boneka besar itu. "Karin... Apakah kamu tahu apa hari ini ? Kita sudah saling mencintai selama 486 hari .

Apakah kamu tahu apa yang 486 ? Aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu .. karena aku terlalu malu ... Jika kamu memaafkan Aku dan mengambil boneka ini , aku akan mengatakan bahwa aku
mencintaimu ... setiap hari ... sampai aku mati ... Karin ... I love you ... " Air mata datang mengalir keluar dari ke dua mata karin. "Kenapa? Kenapa? Aku bertanya Tuhan , mengapa saya baru mengetahui semua ini sekarang? Dia tidak bisa berada di sisiku , tapi dia mencintaiku sampai menit terakhir nya ..." Karin dengan penuh tangis
_Tamat_