Kamis, 05 Juni 2014

Anak yatim-piatu


Ada anak bernama ajeng, dia adalah anak yatim-piatu. Ibunya meninggal sejak dia berumur 3tahun, lalu bapaknya meninggal saat dia berumur 5tahun. Sekarang dia sudah berumur 15tahun,dan dia tinggal di tempat panti asuhan.
Suatu hari ada bapak dan ibu yang dateng ke panti asuhan berniat untuk mencari anak untuk diangkat jadi anaknya. Dari wajah dan penampilan mereka keliatannya orang baik. Setelah mereka mencari anak yang sesuai keinginannya,akhirnya mereka memilih ajeng untuk diangkat menjadi anaknya. Lalu ajeng langsung membereskan barang-barangnya,setelah itu dia berpamitan dengan semua orang dipanti asuhan itu. Kemudian mereka pergi untuk pulang kerumahnya.
Sesampainya disana,ajeng sangat senang karna mempunyai keluarga baru dan rumah baru. Kemudian Ajeng langsung beristirahat dikamar yang sudah disediakan.
Keesokan harinya.ibunya membangunkan ajeng.
“heh bangun kamu,udah siang ini.”kata ibu.
“bentar ya bu,ajeng masih ngantuk.”jawab ajeng
“kagak pake bentar-bentar.apa mau ibu siram make air?.”
“iya bu ini ajeng sudah bangun.”
“cepat kamu mandi sana.”
“baik bu.”
kemudian ibu pergi,ajeng pun bangun dari tempat tidur dan segera pergi kekamar mandi. Setelah selesei,ibunya menghampirinya .
“sekarang kamu buatkan makan untuk ibu dan bapak!.”suruh ibu.
“loh kok aku bu?.” Jawab ajeng heran.
“ya iya,memangnya siapa lagi?,sudah jangan banyak tanya,cepat bikin.!”
“Baik bu.”
Lalu ajeng melaksanakan perintah ibunya itu,dia membuatkan makanan .setelah selesei dia langsung menyiapkannya dimeja makan.
“ngapain kamu masih disini?.”tanya ibu.
“aku juga mau makan bu,aku lapar.”jawab ajeng.
“kamu makan dibelakang sana, jangan disini!”
“kenapa aku gakboleh makan disini bu?.”
“karna kamu gak pantas makan disini!”
“baiklah bu.”
Akhirnya ajeng makan didapur sendirian dengan lauk sisa.
Setelah makan selesei ajeng pergi kekamarnya,langsung tiduran.ibunya menghampirinya.
“ajeng!cuci semua baju kotor dibelakang sekarang!” kata ibunya dengan membentak.
“kenapa ajeng bu?aku cape bu.”jawab ajeng.
“segitu aja sudah cape?cepat cuci bajunya,gak usah banyak ngeluh!”
“iya buu.”
Kemudian ajeng menjalankan perintah ibunya.
Beberapa bulan kemudian,ajeng selalu disuruh-suruh oleh ibunya,sampai akhirnya ayahnya tidak tega melihat perlakuan istrinya kepada ajeng.
Pada suatu hari ajeng dibawa pergi ayahnya tanpa sepengetahuan ibunya,lalu ajeng dibawa kepanti asuhan kembali. Setelah dikembalikan,ajeng kembali senang dan dia tidak lagi disuruh-suruh seperti pembantu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar